Nilai
Nilai
bukan untuk kesenangan semata
Bagi
sebagian besar mahasiswa menunggu nilai yang keluar saat setelah ujian akhir
semester adalah hal yang paling menegangkan. Menegangkan ada beberapa sebab,
ada yang karena menunggu hasil belajar keras selama satu semester dan ada pula
yang tegang karena takut akibat tidak serius selama satu semester berlangsung. Nilai
yang keluar di tengah-tengah ujian tidak sedikit yang membuat mahasiswa down dan tidak fokus untuk mengerjakan
ujian-ujian yang masih belum selesai, karena nilai yang keluar tidak sesuai
harapan dan berbagai alasan. Hal ini hadir karena nilai dijadikan patokan
keberhasilan perkuliahan saat satu semester. Ataukah sebenarnya karena nilai
bagi mahasiswa hanya untuk kesenangan dan kesedihan semata. Dimana saat
nilainya bagus akan senang dan sebaliknya jika buruk akan sedih.
Dalam
kamus ilmiah populer nilai adalah
tentang apa yang baik, benar, bijaksana dan apa yang berguna. Baik dan benar berarti adalah dalam proses
pencapaian nilai tersebut. Proses yang dimaksud bukanlah proses belajar kebut
semalam dan saat mengerjakan soal ujian dengan jujur dan tepat waktu. Melainkan
proses selama satu semester berlangsung, dimana mahasiswa secara baik dan benar
dalam mengikuti masa perkuliahan. Bijaksana dan berguna berarti bagaimana
nantinya nilai yang telah dicapai bermanfaat dikemudian hari, baik untuk masa
perkuliahan selanjutnya maupun untuk aplikasi saat berada di dunia bekerja.
Jika
benar nilai adalah tentang apa yang berguna, lantas bagaimana jika nilai yang
dijadikan kesenangan dan kesedihan. Bukankah sesuatu yang akan berguna itu
memerlukan kualitas yang bagus untuk dibagikan agar tercapai guna tersebut.
Jika benar, lantas mengapa ada kesedihan saat memang mahasiswa meraih kualitas
yang baik saat melakukan proses dengan baik,jujur dan benar. Ini berarti
kualitas yang seharusnya ada setelah
proses berlangsung tidak tercapai, gagal dalam proses pencapaian nilai.
Hal ini menjadi wajar jika nilai yang keluar tidak sesuai harapan.
Tidak
ada ukuran yang pasti untuk menentukan nilai. Nilai adalah sesuatu yang abstrak
yang berarti tidak konkrit. Dunia pendidikan kita menggunakan nilai sebagai satu-satunya
acuan untuk menentukan kelulusan. Tidak ada salahnya jika mahasiswa
berlomba-lomba meraih nilai yang bagus.
Namun kurang tepat jika mahasiswa belajar semasa kuliah dan hanya untuk
mengejar nilai semata. Nilai yang bagus bisa diraih dengan sangat mudah. Jika
hanya nilai yang ingin diraih, mahasiswa tidak perlu datang dan mengikuti
perkuliahan. Bisa dengan hanya mempelajari materi yang akan diuji saat ujian
tiba. Ini berarti tidak ada perbedaan antara mahasiswa yang sering hadir dan
tidak. Karena jika sama-sama mengejar nilai. Namun tidak seperti ini tujuan
pendidikan kita.
Kualitas
seseorang bukan sekedar dilihat ketika bisa atau tidak meraih nilai yang hebat
melainkan, menjalankan proses dengan hebat dan dapat mempertanggungjawabkan
nilai berapapun yang diraih.
Komentar
Posting Komentar