BAHASA

Belum ada kaidah kesantunan dalam bahasa kita.

Berbahasa tidak hanya perihal apa yang ingin kita sampaikan kemudian didengarkan, dan dipahami. Namun ada aturan-aturan dalam berbahasa yang perlu kita perhatikan. 

Di seluruh jenjang pendidikan masyarakat luas sudah diajarkan berbahasa secara baik dan benar dalam berbagai situasi. Kerap kali orang berusaha untuk berbicara secara baik dan benar dengan siapapun dan dimanapun. Serta menggunakan kaidah bahasa yang baik dan benar sesuai dengan yg telah diajarkan baik sekolah maupun lingkungan lain.

Apa yang telah dilakukan oleh pemakai bahasa tidaklah salah. Namun kita masih lupa akan kesantunan dalam berbahasa. Bahkan jarang menjadi perhatian para ahli bahasa. 

Seperti halnya kaidah bahasa yang baik dan benar, kaidah berbahasa yang santun pun harus mendapatkan perhatian. Santun yang dimaksud bukan hanya sekedar menggunakan kata-kata yang halus namun budi dan perilakupun menjadi halus. 

Sebagian orang memang sudah mengarah pada bahasa yang santun, namun percaya atau tidak itu terjadi karena pengaruh pranata sosial budaya dan bahasa dalam masyarakat tersebut. Sehingga penutur akan memilih-milih kata yang akan disampaikan agar tidak menyinggung mitra tutur.

Tidak menutup kemungkinan penutur akan bisa mengeluarkan perilaku aslinya jika kesantunan hanya ia gunakan karena pengaruh diatas. Ini terjadi karena selama ini yang dibakukan hanyalah bagaimana berbahasa yang baik dan benar. Tidak menambahkan kaidah kesantunan untuk dibakukan. 

Modernisasi menggiring kita pada hal-hal dalam berbahasa. Seperti Akurasi, Disiplin, intelektualitas, dan kaidah yang baik/tata bahasa. Hal ini untuk membatasi bahasa dalam situasi yg aktual.

Keempat hal diatas tidaklah salah, namun perlu kita sadari bersama bahwa selain berbahasa yang baik dan benar berbahasa yang santun pun harus kita gunakan sesuai dengan kaidah yang hingga saat ini belum ada, hanya berlaku dalam kelompok masyarakat tertentu. 

Bahasa adalah alat komunikasi, jangan sampai kemajuan negara menyampingkan kaidah kesantunan yang sangat berpengaruh pada budi dan perlaku sesama.

TULISAN INI HANYALAH SEDIKIT KEGELISAHAN SETELAH MEMBACA SEBUAH BUKU YANG MENGULAS BAGAIMANA KIDAH KESANTUNAN ITU JARANG DITILIK. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mancung-mancung Keturunan Arab

Mata di Tanah Melus: Sebuah Kritik Dari Anak-Anak