PUISI

Bukan Malamku Lagi
Oleh: Farah

Malam ini, bukan malamku yang sebenarnya
Malam ini, tak ingin aku hidup
Malam ini, ingin aku musnahkan benakku
Malam ini, menyakitiku

Malam ini, bukan lagi malam itu
Malam yang penuh kasih suci
Malam yang menutup mataku,
Dengan suara-suara membahagiakanku
Malam ini menyakitiku

Malam ini penuh amarah
Malam melingkar emosi, lelah, fikiran
Bahkan air mata dingin itu hampir melengkapinya

Malam ini, bukan malam itu
Malam yang selalu dengan untaian penuh cinta
Malam yang selalu penuh rindu
Malam yang selalu penuh tawa

Malam ini, sangat menyakitiku

Malam ini, bukan malamku lagi 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mancung-mancung Keturunan Arab

Mata di Tanah Melus: Sebuah Kritik Dari Anak-Anak

BAHASA